Baceman: Cara Masak Khas Yogya

dkbacemkambingctt

Info Tempat Makan – Baceman adalah cara masak khas Yogya yang menghasilkan masakan yang gurih bernuansa asam manis. Yang sering dibuat baceman adalah tahu/tempe dan ayam bacem. Tapi ada penjual yang sukses berdagang kepala kambing bacem loh!

Baceman adalah cara masak khas Yogya, seperti tahu/tempe dan ayam bacem. Prinsipnya, bahan yang dimasak direbus dalam air kelapa (bukan santan!) dengan berbagai bumbu seperti gula merah, bawang merah, bawang putih, lengkuas, ketumbar, daun salam, asam jawa, dan lain-lain. Rebusan ini kemudian digoreng, sehingga menghasilkan masakan yang gurih bernuansa asam manis. Air kelapa membuat semua bahan yang digoreng tidak menjadi renyah (crispy) bagian luarnya, tetapi tetap basah.

Selain tahu dan tempe bacem, ayam dan bebek juga sering dimasak dengan cara ini – dibacem dulu, kemudian digoreng. Misalnya: Ayam Goreng “Mbok Sabar” yang sangat populer dan sudah memiliki beberapa cabang di luar Jogja. Ada pula penjual yang sukses berdagang kepala kambing bacem. Jangan membayangkan kepala kambing utuh, karena di tempat ini kepala kambingnya sudah dipotong-potong mengikuti setiap bagian, misalnya: lidah, pipi, mata, dsb. Bacem kepala kambing ini dapat ditemui di:

Baceman Kambing “H. Sukirman” > Jalan Babadan Baru Kenanga 7, 0274 885870

Coba juga warung yang khusus menjual baceman tahu, tempe, ayam, bebek, dll.
Warung Baceman “Jogja Banget” > Jl. Timoho Utara, Gg. Gading 1, Sapen, 0812 2966422, atau di Jl. Taman Siswa 82, 0274 6830588

Sumber : food.detik.com

Advertisements

Bila Bali bertemu Makassar di Belanga Yogya

113140_yogyacttInfo Tempat Makan – Nama Bale Bengong tentu membuat kita segera berkesimpulan bahwa rumah makan ini menghadirkan masakan Bali. Di Bali, bale bengong adalah penamaan umum atau istilah untuk gazebo. Bila melihat eksterior dan interior-nya, juga musik latarbelakang-nya, terasa sekali ke-Bali-an yang ingin dihadirkan.

Tetapi, bila melihat sajiannya, barulah kita menyadari unsur kuliner lain. Ternyata, pemiliknya adalah seorang pria Makassar yang beristrikan perempuan Bali. Perpaduan yang sangat menarik, baik secara manusiawi maupun kuliner. Lokasi rumah makan di Yogyakarta tentulah pula ikut mempengaruhi ciri masakan yang disajikan.

Sang pemilik menyarankan saya memesan udang bakar bambu – satu sajian populer khas dari Bale Bengong. Saya terima saran itu, sambil juga memesan ikan kakap putih bakar saus Bale Bengong, dan plecing khas Sasak. Lho, kok ada dua jenis hidangan yang dibakar? Tenang saja! Saya sudah mendapat jaminan, bahwa sekalipun tekniknya bakar, tetapi hasilnya sangat beda.

Maka, duduklah saya dengan tenang sambil menikmati hamparan sawah yang mengitari Bale Bengong ini. Alunan gamelan Bali di latar belakang membuat saya terkantuk-kantuk melawan desir angin sepoi.

Tidak lama kemudian, hidangan pun datang. Satu ruas bambu yang sudah hangus bagian luarnya, disumpal dengan daun pisang, di bawa ke meja. Sumpalnya dibuka, isinya pun dituangkan ke cambung besar. Ala maaak, harum nian sajian ini.

Udang galah (udang sungai dengan capit panjang) berukuran kecil dibakar di dalam tabung bambu dengan bumbu-bumbu yang ditumis dan dicampur sedikit air. Hasilnya adalah masakan yang mirip udang kukus, tetapi dengan aroma bambu dan daun pisang yang sungguh indah. Kuahnya yang mirip sup encer sangat segar dan gurih. Ada tone sereh dan bumbu-bumbu lain-lain yang tampil dengan cantiknya. Ini membuat saya menghabiskan semua kuahnya seperti layaknya minum kuah sup. Udangnya pun matang sempurna. Daging udangnya succulent (nyakreuk), dan terasa manis sekali. Mak nyuss dan mempesona.

Cara membakar di dalam bambu cukup lazim di berbagai kuliner lokal Indonesia, seperti: Manado, Toraja, Minang, dan lain-lain. Di Bali, khususnya di Karangasem, banyak masakan dalam bambu (timbungan).

Karena setelah Idul Fitri masih banyak nelayan yang libur, pilihan ikan mahi-mahi (lemadang) dan baronang tidak tersedia hari itu. Hanya ada ikan bawal, kakap putih, cumi-cumi, udang, dan kepiting. Kakap putih dibakar dengan saus Bale Bengong yang merupakan campuran antara rica-rica dan kacang tanah. Istimewa!

Harganya? Cukup murah untuk ukuran Jakarta maupun Yogyakarta. Bahkan, ada berbagai paket – dari Rp 125-205 per paket untuk lima orang – yang sudah mencakup ikan bakar, cumi goreng tepung, capcai atau lawar, nasi putih, buah, dan es teh. Dari pengunjung lain, saya mendapat tips murah meriah untuk makan di sini. Pesan saja paket berlima yang paling murah, lalu tambah pesanan berupa udang telur asin dan mendoan supaya lebih meriah. Wah, pintar juga.

Terlalu jauh untuk datang ke Yogya? He he, jangan khawatir, ternyata Bale Bengong juga hadir di Jakarta Timur, tepat di depan Bandara Halim Perdanakusumah (Jl. Angkasa, 021 80888282). Sayangnya, di Bale Bengong Jakarta udangnya tidak memakai udang sungai, melainkan udang pancet hasil budidaya. Tekstur dan manisnya sedikit beda.

Bale Bengong Seafood Resto
Jl. Solo km 12,5 (belakang SBPU)
Kalasan, Sleman, Yogyakarta
0274 496636

Sumber : food.detik.com

Gulai Kepala Ikan Pak Untung ‘Cetar Membahana’

164528

Info Tempat Makan – Berbeda dengan sajian gulai kepala ikan lainnya, Gulai Kepala Ikan Pak Untung yang berlokasi di Jalan Ipda Tut Harsono 18 Timoho Yogyakarta menawarkan nuansa segar. Menu-menu yang disajikan menggunakan bumbu istimewa yang dapat disantap dengan nuansa Jawa yang kental

Pemilik Gulai Kepala Ikan Pak Untung, Joko Prawoko mengatakan warung gulai ini awalnya ditemukannya di Semarang. Setelah mencoba dan merasa cocok akhirnya Joko meminta ijin si empunya untuk bisa membuka cabang di Yogyakarta. Alhasil warung gulai dengan desain rumah jawa yang menonjolkan kesederhanaan dan kenyamanan bagi pengunjung.

“Meski banyak rumah makan yang menyajikan gulai kepala ikan di Yogya, namun gulai yang ini berbeda terutama bumbunya yang spesial dengan ditambah daun korokeling,” ujar Joko saat ditemui diwarungnya, Minggu (10/03/2013).

Joko menjelaskan berbagai macam ikan diolahnya menjadi hidangan istimewa muali dari ikan kakap, nila, salmon dan lain-lain. Menu yang spesial diwarungnya yaitu gulai kepala ikan dengan rasa asam pedas manis dan mengurangi pemakaian santan.

“Gulai kepala ikan yang kita sajikan lebih segar dengan ramuan daun korokeling dan asem jawa yang kurangi rasa amis dari ikan. Tidak seperti gulai kepala ikan lainnya yang identik dengan kuah santan,” tuturnya.

Setidaknya ada 60 menu yang disajikan baik itu gulai, fillet daging, iga, tetelan yang diolah dengan bahan ikan. Menu-menu tersebut dimasak sedemikian rupa sehingga dagingnya ber tekstur sangat lembut. Harganya juga terjangkau mulai Rp 10 ribu hingga Rp 37 ribu dengan berbagai pilihan ukuran porsi kecil dan besar

“Karena lokasinya berdekatan dengan kantor pemerintahan kota, maka saya membidik karyawan kantor dan tentunya segmen keluarga,” pungkasnya.

Sumber : krjogja.com

Ayam Kremesan berasaaa banget

IMG02653-20091213-1939

Info Tempat Makan – Ayam Goreng Suharti.. setelah bertahun-tahun ga pernah lagi makan Ayam Goreng Suharti, kemarin ini kami memutuskan untuk makan Ayam Goreng Suharti di Jl. Cipaganti. Resto yang masih dalam proses renovasi ini menunjukkan ciri khas “kejadulannya” hahaha.. seperti kursi-kursi kayu yang berat, foto Ibu Suharti, anak-anak kecil berlarian dengan kebaya dan tentu saja pot bunga plastiknya.. wkakakkaa… anyway it’s so experiential karena berasa makan di jaman Dono Kasino Indro 🙂
Makanannya masih lezat seperti dulu, apalagi ayam goreng kremesannya yang kental dengan rasa kaldu ayamnya, ga seperti kremesan di tempat-tempat lain… kremesan di Ayam Goreng Suharti ini berkualitas! Kalo ga inget harga nya sih 1 ekor ayam juga gw bisa habis 😀
Selain ayam goreng yang dipesan, kami juga memesan kangkung cah nya.. Overall kangkungnya juga berkualitas karena masih segar dan dengan campuran ayam suir serta telur burung puyuh. Tapi sayangnya gw ga terlalu suka dengan kangkungnya, karena sama sekali tidak pedas dan campuran ayam suirnya membuat rasanya cenderung manis. Dan yang bikin kurang mantap juga adalah sambelnya yang malu-malu alias ga ada pedes-pedesnya sama sekali malah cenderung manis. Mungkin karena ini resto Jawa yah… hahaha…
Bagi yang mencari ayam kremesan sedap, ga diragukan lagi dari dulu memang Ayam Goreng Suharti sebagai salah satu tempat yang oke buat direkomendasikan.
O ya, kalo ga salah Ayam Goreng Suharti ini sekarang ada 2 versi, yang berlogo foto Ibu Suharti dan yang berlogo Ayam. Kalo ga salah denger cerita, sepasang suami istri Suharti ini sudah ga bersama lagi, jadi sang Ibu Suharti menggunakan logo fotonya sendiri dan yang pihak suaminya tetap membuka resto dengan nama yang sama tetapi dengan logo Ayam Jantan. Soal perbandingan kualitasnya belum sempat membandingkan nih.. Nanti kalau ada kesempatan, pasti ada live reportnya yah! C u…

Sumber : ceritaperut.blogspot.com

Hangat dan Kenyang karena Kwetiau Goreng dan I Fu Mie

thumbnail
Info Tempat Makan – Sedang tak ada ide untuk menu makan siang? Mampirlah ke resto bergaya China ini. Mau menu berbahan mie, sayuran, daging, bahkan seafood, semuanya tersedia komplit. Diolah langsung dan tersaji panas mengepul. Bersiaplah antre untuk sajian lezat ini!

Rumah makan dengan sajian Chinese food ‘Bakmi Mampang’ menarik untuk disinggahi tiap kali terjebak kemacetan di area ini. Apalagi sesekali tercium aroma wangi bawang putih dari area dapur yang ada di depannya. Di area depan inilah aneka pesanan diracik dan dimasak langsung.

Menunya lumayan komplit. Tinggal pilih, mau mie ayam, mie goreng, ifu mie, bihun, kwetiaw, olahan ayam, tahu, udang, cumi, bahkan gado-gado tersedia. Porsi makanannya juga bisa disesuaikan dengan kapasitas perut. Bisa memesan ukuran sedang jika dinikmati sendiri, ataupun porsi besar untuk dinikmati bersama teman.

Setelah menunggu 20 menit kwetiaw goreng ukuran sedang (Rp. 22.000) pesanan saya terhidang. Maklum saja, di jam makan siang memang pembeli lumayan antri. Uap panasnya mengepulkan aroma gurih bawang putih bercampur kecap yang gurih sedap!

Agaknya, topping kwetiaw ini justru lebih banyak dari kwetiawnya sendiri. Isiannya suwiran ayam, irisan bakso, telur, hati ayam, udang, sawi, juga bawang bombay. Wah, tentu kalau saya memesan kwetiaw goreng seafood, toppingnya bisa lebih melimpah lagi!

Kwetiawnya punya tekstur yang kenyal mulur. Terasa gurih dengan jejak bumbu bawang putih, saus tiram dan kecap manis. Rasanya gurih-gurih enak, paduan dari kwetiaw yang kenyalnya pas, bumbu gurih, serta bawang bombay yang teksturnya renyah manis. Hangat dan nikmat!

Seporsi i fu mie ukuran sedang (Rp. 23.000) juga bikin ngiler. Mie ukuran kecil digoreng hingga kering, kemudian disiram dengan sayuran dan seafood berkuah kental bening. Warnanya lebih meriah karena paduan dari cumi, bakso ikan, jamir, telur, kol, kapri, jagung muda, caisin, sawi putih, tomat, dan juga wortel.

I fu mie yang masih panas mengepul inipung langsung saya santap hangat-hangat. Tekstur mienya masih renyah enak dipadu kuah lembut gurih. Tesktur renyah gurih inilah yang bikin meriah saat dikunyah. Apalagi ditambah aneka sayuran yang segar renyah. Meskipun buat saya sedikit terlalu asin, namun sajian yang lumayan royal inipun tersuap habis.

Jika mau lebih irit, Bakmi Mampang juga menyediakan menu paket dengan kisaran harga Rp. 16.000- Rp. 19.000 untuk ukuran sedang, dan Rp. 20.000 – Rp. 24.000 untuk porsi sedang dan sudah termasuk sayuran. Lauknya ayam goreng mentega, puyung hai, bistik ayam, cumi goreng tepung juga sapo tahu. Wah, bisa jadi pilihan hemat buat makan siang enak!

Rupanya, rumah makan ini juga menyediakan layanan delivery untuk wilayah Mampang dan sekitarnya. Buat yang berkantor ataupun tinggal di kawasan Buncit, Duren Tiga, Cilandak dan Kuningan, bisa menghangatkan perut dengan sajian enak rumah makan ini!

Sumber: food.detik.com

Empuk Sate Kambing Khas Solo

thumbnail
Info Tempat Makan– Racikan sate kambing khas Solo yang legit empuk pas disantap saat udara agak mendung. Potongan daging kambing berselingan dengan lemak dibakar hingga wangi semerbak, panas-panas dicocol kecap manis plus irisan cabai rawit dan bawang merah. Sedep!

Sate kambing khas Solo merupakan salah satu jenis sate yang lumayan populer. Sate daging dengan selingan lemak dibalur campuran kecap manis, merica bubuk dan air jeruk nipis lalu dibakar di atas bara api. Pelengkapnya berupa irisan kol, bawang merah, tomat dan cabai rawit. Uniknya sate juga ditaburi dengan merica bubuk saat disajikan.

Untuk menikmati seporsi sate kambing khas Solo tak perlu jauh-jauh ke kota asalnya. Pasalnya di Jakarta banyak tersedia warung sate khas Solo yang patut disinggahi. Detikfood telah menyambangi tiga warung sate khas Solo di Jakarta. Warung Sate Solo Pak Min, Warung Sate Kambing Tongseng Solo Pak Naryo dan Warung Sate Pak Yanto Asli Solo.

Di warunf sate Pak Min, seporsi sate kambing isi 10 tusuk, satu tusuknya berisi tiga potong daging dan satu potong lemak. Irisan dagingnya tidak terlalu besar, sekitar satu sentimeter seperti ukuran sate kambing umumnya.

Dagingnya berwarna kecokelatan sepertinya diolesi kecap manis saat dibakar. Disajikan dengan kecap manis yang hitam dan kental plus irisan kol, bawang merah, tomat dan cabai rawit hijau. Seperti sate kambing Solo, saat disajikan sate ditaburi merica bubuk.

Saat digigit, dagingnya empuk dan masih juicy bagian dalam kambing. Pasti tekstur ini di dapat melalui proses pembakaran yang tidak terlalu lama. Sesekali semburat pedas lada tececap dibalik manisnya kecap. Sepuluh tusuk sate Pak Min seharga Rp. 23.000 ini benar-benar jadi pengobat lapar yang mantap.

Lain halnya dengan Warung sate Pak Naryo yuang memiliki beberapa cabang di BSD dan Jakarta. Racikan sate khas Solo buatannya disukai banyak orang, terbukti dari tiap cabang warung satenya yang tak pernah sepi pengunjung.

Sepuluh tusuk sate kambing (Rp. 23.000), juga berisi tiga potong daging dan satu potong lemak yang besar-besar. Di permukaan dagingnya tak ada jejak bintik-bintik kehitaman seperti lazimnya sate yang dipamggang dengan olesan kesap manis. Juda disajikan dengan kecap manis yang tidak terlalu kental, irisan kol, bawang merah, tomat dan rawit hijau.

Tekstur dagingnya lebih kenyal, agaknya sate ini tidak dibakar terlalu lama. Kecap manis yang menjadi bumbunyapun tidak terasa dominan justru terasa gurih. Aroma daging semerbak wangi. Kenyalnya daging dan lembutnya lemak berpadu gurih manis di mulut.

Beda lagi dengan racikan sate Solo yang terakhir di Warung Sate Pak Yanto yang berada di kawasan Pasar Minggu. Seporsinya juga berisi 10 tusuk. Untuk menikmati racikan sate kambing Pak Yanto sebaiknya jangan datang malam-malam, pasalnya sate kambing disini sangat laris dan banyak diburu pelanggannya.

Sate kambing Pak Yanto seharga Rp. 22.000 ini, dagingnya gendut-gendut an cenderung lebih kering karena dibakar sedikit lebih lama. Terbukti dari jejak warna hitam dipermukaan daging yang lumayan banyak. Seporsi sate kambing ini juga disajikan dengan irisan kol, bawang merah, tomat dan irisan cabai rawit merah.

Uniknya sate kambing ini justru beraroma domba yang segar. Saat mulai digigit sate dengan selingan potongan lemak ini bertekstur empuk, semakin lama dikunyah tekstur empuknya makin terasa. Aroma bumbu yang gurih juga tercium sangat kuat.

Sumber: food.detik.com

Sakura Japanese food

sakura1

Info Tempat Makan- Warung tenda ini menjual berbagai makanan jepang yang disajikan secara sederhana, praktis dan cepat alias ga makan banyak waktu. Yang dijual disini sih standart,ga beda jauh sama warung tenda khas jepang lainnya! contohnya : chicken teriyaki,yakiniku,katsu,nasi/mie goreng,salad,dll.

Tempatnya sederhana banget. Berdirinya persis di pinggir jalan, tepatnya di samping ruko pesona kayangan..

Warung tenda yang satu ini buka nya cuma pas malem hari aja..  Jadi kalo siang tempat ini dijadiin bengkel, jadi jangan heran kalo lagi makan trus liat oli ato sejenisnya yg nempel-nempel di aspalnya..hehehe..

Pertamanya sih kita juga agak risih,ya maklum gara-gara penampilan warung tendanya yang apa adanya banget,hehe.. Tapi jangan sedih dulu!! Tempatnya yang begitu sederhananya ga ngebuat selera makan kita jadi berkurang. Apalagi kalo bukan rasanya yang bikin kita balik,balik,dan balik lagi..!! Hehehe,.
sakura2
Wah.. jangan ngira kalo kita ini rakus dan bener-bener pemakan segala yaa..(tp kaya nya sih emang iya deh)hahahahaha.. Tapi Emang bener-bener enak koq, apalagi untuk sekelas makanan di warung tenda…wahh beda deh..

Harga nya juga bisa dijadiin bahan pertimbangan buat makan disini loh!!
Chicken katsu/teriyaki/yakiniku cuma dipatok Rp 11.000an. Nasi/mie goreng dihargain Rp 10.000an Gimana? Pas banget kan harganya? cocok juga dong ya,buat dijadiin menu makan malem?

Jadi tunggu apa lagi??!!

Rekomendasi : mie goreng nya yang enak banget dan chicken katsu yang banyak..hehehe

Sumber: gilajalan.com